PORTAL MEDIA ONLINE SEPUTAR NTB

Uncategorized

Langkir Mangkir dari Panggilan Jaksa

Spread the love

LOTENG (Postkotanews.com)- Kasus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng), yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng sudah memasuki babak baru, dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Pemeriksaan penyidikan perdana, Kejari Loteng, langsung memanggil Direktur RSUD Praya Dr. Muzakkir Langkir. Namun sayang dalam pemanggilan perdana ini, Langkir mangkir dari panggilan jaksa.

“Hari ini kita jadwalkan dua orang penanggung jawab kasus BLUD, pertama direktur RSUD Praya dan satu orang dewas. Namun sayang Direktur RSUD Praya tidak hadir,” jelas Kasi Pidsus Kejari I Gusti Putu Suda Andayana, Kamis (16/12)

Tidak hadirnya pak direktur lanjutnya, sebelumnya pihak direktur mengirimkan surat pemberitahuan kalau di jam Pemeriksaan ada giat vaksinasi sehingga berhalangan hadir. “Kita jadwalkan jam 9, tapi jam 9 itu kata direktur melalui surat yang kita terima, ada kegiatan vaksinasi sehingga berhalangan hadir,” katanya.

Tidak hadirnya pak direktur, pihaknya sudah menjadwalkan pemanggilan ulang, pekan depan. Dan jika sampai tiga kali melakukan pemanggilan masih saja mangkir, barulah dilakukan penjemputan paksa.

“Sesuai SOP, tiga kali melakukan pemanggilan masih saja tidak hadir, barulah kita lakukan penjemputan paksa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk pemeriksaan Dewan Pengawas (Dewas) inisial QR, yang saat ini bertugas di BPKAD Loteng, saat pemeriksaan pihaknya sudah melontarkan 30 pertanyaan, seputar BLUD. Selanjutnya untuk dewas lainnya menyusul.

Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng, Fadil Regan mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menemukan kerugian negara sekitar Rp. 759 juta dalam kurun waktu empat bulan.

“Dugaan kerugian senilai Rp 759 tersebut itupun hasil pemeriksaan hanya untuk 4 bulan, belum lagi kita bongkar bulan lain,” terangnya.

Ketika kasus ini sudah naik ke penyidikan, tentunya kasus ini akan mengarah ke BLUD. Dimana BLUD ini merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dengan semua laporan pengeluaran anggaran yang ada di RSUD plat merah ini.

“Kasus ini statusnya sudah naik, jadi yang akan kita dalami bukan hanya UTD saja, namun BLUD juga kita akan dalami,” ungkapnya. “UTD ini hanya pintu masuk penyidik untuk mengembangkan lebih jauh dan pendalaman kasus ini, sebab pembayaran UTD mengalir ke rekening BLUD RSUD Praya,” tambahnya. (AP)

2 Comments

  1. Hamba allah

    Seklian juga usut dana pengelolaan covid, siapa tahu kenal juga, pada laper itu boss orang sana.

Leave a Reply