Dit Polairud Polda Sulbar Tangkap 11 Terduga Pelaku Bom Ikan, Sita Puluhan Botol Bom Rakitan

Hukrim Sulawesi Selatan
Spread the love

Mamuju, (postkotanews.com) — Luas laut kota Mamuju yang mencapai kurang lebih 20.851,002, menjadikan ibukota Provinsi Sulawesi Barat sebagai salah satu wilayah perairan yang sangat rentan terhadap perilaku tindak pidana kejahatan illegal fishing.

Hal tersebut, membuat jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sulbar, berjibaku menggelar giat patroli dan melakukan penindakan hukum terhadap setiap orang yang patut diduga sebagai pelaku tindak pidana kejahatan di wilayah hukumnya.

Hasilnya, sebelas orang warga nelayan terduga pelaku bom ikan berhasil diringkus dan digelandang personil Dit Polairud Polda Sulbar.

11 orang warga nelayan terduga pelaku tindak pidana penyalahgunaan bahan peledak tersebut, diringkus di perairan pulau Sabakatang, Mamuju, hari Selasa, (14/09).

Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Syamsu Ridwan didampingi PLH Dir Polairud AKBP Mulyadi Amin dalam konferensi pers yang digelar hari Selasa (14/09) di Kantor Polairud Polda Sulbar Jln. Yos Sudarso Mamuju menjelaskan,penangkapan sebelas terduga pelaku penyalahgunaan bom ikan berawal dari kecurigaan personil Dit Polairud terhadap 3 kapal nelayan yang ditengarai tengah menangkap ikan dengan menggunakan bom.

Melihat kejadian itu, personil Dit Polairud yang sedang melaksanakan patroli rutin langsung menyergap dan membekuk para terduga pelaku.

adapun terduga pelaku, masing – masing berinisial MA (39) warga Desa Dungkait Tapalang Barat, H (41) warga Pulau Sabakatang, S (25) warga Pulau Sabakatang, R (27) warga Pulau Sabakatang, E (27) warga Kalimantan, RK (20) warga Kab. Majene, F (19) warga Pulau Sabakatang, HA (22) warga Tapalang Barat, AW (20) warga Tapalang Barat, S (51) warga Pulau Sabakatang dan J (50) warga Tapalang Barat.

“Dari tangan ke sebelas terduga pelaku bom ikan tersebut, petugas berhasil mengamankan dan menyita barang bukti berupa 136 botol bom ikan, 96 buah detenator, 3 unit kapal, 1 unit mesin compressor, 2 unit GPS, dokumen kapal dan sejumlah barang bukti lain yang memiliki keterkaitan dengan tindak pidana kejahatan illegal fishing”, terang Kombes Pol Syamsu Ridwan.

Saat ini, para pelaku telah di amankan di rutan Mapolda Sulbar dan dijerat dengan pasal Pasal 84 Undang-undang No. 31 Tahun 2004 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp1.200.000.000,00 (satu miliar dua ratus juta rupiah). (Andi Fadly Dg. Biritta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *