Dinas Pertanian Lotim Dipercaya Pemprop NTB Optimasi Lahan Kering Seluas 500 Hektar

LOMBOK TIMUR
Spread the love

Lombok Timur, (postkotanews.com)- Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur pada 2021 ini dipercaya oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk mengelola 500 hektare lahan kering.

Program yang dinamakan Optimasi Lahan Kering itu diharapkan dapat meningkatkan indeks penanaman khususnya tanaman pangan. Adapun sumber dananya bersumber dari Dana Perbantuan Optimasi Lahan Kering Provinsi NTB.

”Tahun 2021 ini kami ada program yang namanya Optimasi Lahan Kering. untuk tahun 2021 dipercayakan untuk 500 hektare,” kata Kepala Bidang Sarana Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi pada wartawan di ruangannya, Kamis (5/8).

menurutnya, indeks peningkatan penanaman bahan pangan tersebut diartikan dapat dilakukan maksimal tiga kali masa tanam yang sebelumnya bisa dilakukan hanya sekali. Adapan kawasan yang masuk dalam program tersebut ialah Kecamatan Pringgabaya dan Jerowaru. Sistem pengelolaannya akan diserahkan kepada kelompok tani yang ada di dua kecamatan tersebut dengan sistem swakelola, ujarnya.

Adapun Dinas Pertanian sebagai pendukung program tersebut saat ini telah menyediakan infrastruktur pendukung seperti sumur Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) yang jumlahnya mencapai 72 unit di Kecamatan Pringgabaya dan dipastikan dapat mengairi 450 hektare lahan kering di daerah itu.

”Infrastruktur ini kami koneksikan dengan sumur P2AT yang ada. Sumur P2AT khusus di Kecamatan Pringgabaya jumlahnya 72 unit. Yang baru bisa kami fasilitasi tahun ini baru 450 hektare,” terangnya.

Sementara di wilayah selatan/Kecamatan Jerowaru, sambungnya, Dinas Pertanian akan mengandalkan embung Wakan yang diketahui airnya tidak pernah surut meskipun dilanda musim kemarau. Sistemnya akan menggunakan pompa dan dialirkan ke lahan pertanian masyarakat.

”Kalau di sana (Kecamatan Jerowaru) kami nanti akan andalkan embung Wakan. Sistemnya nanti dengan perpompaan, akan kami bangunkan bak penampungan di atas bukit,” jelasnya.

Ke depan, lahan kering akan menjadi fokus pertanian karena diketahui potensi produksi di lahan kering sangat banyak. Apalagi jika dikaitkan dengan kebutuhan lahan, kegiatan ekonomi, dan perumahan, masyarakat dipastikan akan mencari lahan yang strategis.

”Itu harus kita lirik, karena tersimpan banyak potensi produksi di situ. Kalau semua lahan kering bisa kita kembangkan, Insha Allah kita tidak akan kekurangan bahan pangan,” pungkasnya.(wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *