Destinasi Wisata Lu Air Desa Limung Yang Terabaikan Minim Fasilitas

Parawisata Sumbawa
Spread the love

Destinasi Wisata Lu Air Desa Limung Yang Terabaikan Minim Fasilitas

Sumbawa (Postkotantb.com ) – Wisata pantai Lu Air terletak di Dusun Limung Desa Pungkit Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa . Tempat wisata yang jaraknya sekitar  20 km dari kota Sumbawa ini, dulunya cukup ramai dikunjungi orang, kini kedaannya hanya tinggal kenangan.

Wisata pantai Lu Air ini merupakan salah satu tempat wisata permandian alam dengan keindahan pantai pasir putih yang membentang luas ,  pernah menjadi primadona masyarakat sumbawa. Dulunya, wisata pantai Lu Air ini menjadi salah satu tempat wisata favorit. Pengunjung yang datang bukan hanya dari Kabupaten sumvawa tetapi juga pengunjung dari luar Kabupaten.  Mereka datang ke tempat wisata pantai Lu Air ini hanya untuk sekedar bersantai dan bertamasya. Tempat ini selalu ramai, apalagi saat liburan akhir pekan (weekend).

Namun, tampaknya saat ini tempat Wisata pantai Lu Air ini sudah mulai ditinggalkan pengunjung. Suasana ramai yang pernah dijumpai di tempat wisata itu, mulai hilang seiring dengan tumbuh dan menjamurnya tempat-tempat wisata alam baru yang letaknya juga tidak jauh dari tempat wisata pantai Lu Air,  diantaranya pantai batu Gong,  Pantai Saliperate,wisata alam semongkat dll sebagainya. Tempat-tempat wisata yang baru tersebut dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang masih dikelola oleh Pemda tampaknya semakin menarik untuk dikunjungi

Tempat Wisata pantai Lu Air ini saat ini lebih mirip kota mati yang tak berpenghuni. Mirisnya lagi, banyak fasilitas yang dulunya dibangun sebagai sarana penunjang di tempat wisata alam ini, sekarang tampak tidak terawat, bahkan rusak. Hal ini akibay kurang perhatiannya Pemerintah Daerah maupun Desa,  padahal kita ketahui bersama dengan adanya 1 Milyar / tahun untuk Dana Desa yang digelontorkan oleh pusat, kalau Pimpinan desanya mau berkooaborasi dengan Pemerintah daerah guna menunjang kemajuan Dedtinasi Wisata Pantai Lu Air tersebut,  secara otomatis akan membawa dampak peningkatan ekonomi masyarakat dengan terbukanya lapangan kerja baru berupa hadirnya UMKM maupun Lapak yang dikelola oleh masyarakat lokal setempat.

 

Kurangnya kepedulian Pemerintah Desa dalam menyentuh dan mengelola wisata pantai  Lu Air  merpakan langkah mundur bagi perkembangan parawisata di desa tersebut. Padahal kita ketahui  bersama bahwa potensi Wisata Pantai Lu Air kalau dikembangkan secara kearifan lokal melalui dana desa, adalah salah satu langkah  meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

Untuk itu diperlukan perhatian Pemerintah Daerah lewat Dinas terkait bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menyentuh dan melirik dalam pengembangan  Destinasi Wisata Lu Air tersebut.

Kepala Desa Pungkit Drs Mansyur  kepada media  sabtu ( 17/7 )  mengatakan  , saat ini segenap aparatur Desa  dan Toga Toma Desa Pungkit, bergotong royong melakukan  pembersihan dan penataan wisata pantai Lu Air dengan  dibantu satu unit alat berat exavator yang di bantukan oleh PT SINAR BALI

” upaya yang saya lakukan ini agar bisa dengan segera mungkin untuk membuka kembali  Destinasi wisata Lu Air ini , mengingat saat ini kondisinya tidak terurus,  sehingga nantinya dapat membuka lapangan kerja baru dengan hadirnya UMKM di wisata pantai Lu Air ini ” kata mansyur.

Menurut Mansyur,  Wisata Pantai Lu Air ini hanya berjarak 15 menit  menuju Pulau Moyo / pasir panjang, dengan menggunakan penyewaan perahu dari Nelayan setempat ” yang menjadi persoalan saat ini adalah maraknya terjadi Ilegal Fishing dan pencurian ternak di wilayah Lu Air , untuk itu diperlukan kerja keras Aparat dalam menuntaskan persoalan tersebut, demi tercapainya Wisata maju rakyat sejahtera ” kata Mansyur usai.( well)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *